Hari 19 — L’increïble Hulk

Hulk (goal.com)

Banyak orang yang tahu (atau minimal pernah mendengar) tentang The Incredible Hulk. Tapi, apa itu L’increïble Hulk?

Sebenarnya, arti kedua frasa tersebut sama aja, yaitu “Hulk yang luar biasa.” Kedua ungkapan itu hanya dibedakan oleh bahasa. Versi pertama merupakan bahasa Inggris, sedangkan yang kedua ditulis dalam bahasa Katalan.

Hmm, Katalan?

Benar. Dalam tulisan #AdventCalendar hari ke-19 ini gua akan mencoba mendorong satu tim sepakbola asal Katalan, FC Barcelona, untuk merekrut Hulk “yang luar biasa” itu di bursa transfer Januari mendatang. Mari kita mulai!

Benar-benar luar biasa

Givanildo Vieira de Sousa atau yang kita lebih kenal dengan Hulk mungkin adalah pemain sepakbola terbaik di abad 21 yang belum pernah merumput di salah satu liga top Eropa. Ya, sepanjang 14 tahun karirnya di lapangan hijau, Hulk “hanya” kebagian bermain di Brasil, Jepang, Portugal, Rusia, dan Tiongkok.

Namun, fakta tersebut tidak dapat menafikan betapa briliannya Hulk sebagai seorang pesepakbola. Dia mampu bermain di semua posisi menyerang; mulai dari sayap kiri, penyerang tengah, hingga sayap kanan. Belum lagi dengan ukuran fisiknya mengagumkan sehingga membuat Hulk secara praktis dapat mampu bermain di kompetisi manapun.

Bicara “kompetisi manapun”, ternyata memang benar bahwa Hulk dapat menunjukkan kelasnya di manapun ia berada. Sejak 2008, dia telah bermain lebih dari 140 kali untuk tiga klub yang berbeda! Bahkan dia nyaris menyentuh angka 170 penampilan bagi FC Porto. Tidak hanya itu, Hulk pun secara luar biasa berhasil mencatatkan kontribusi gol yang nyaris sama di ketiga klub tersebut. Berikut buktinya:

Statistik Hulk di tiap klub yang pernah ia bela. Perhatikan kemiripan tiga baris teratas (transfermarkt.com)

Mungkin kalian ada yang berpikir, “ah, dia kan terakhir cuma main di Shanghai, terus sekarang umurnya udah 35 tahun. Pasti udah habis lah!” Hmm, maaf karena gua harus bilang kalian salah besar. Hulk masih belum habis. Hal ini dibuktikan dengan pencapaiannya bersama Atletico Mineiro.

Sejak kembali ke Brasil di awal 2021, Hulk ternyata masih menggila. Sudah 36 gol dan 13 asis yang ia lesakkan dalam 5.308 menit bermain di semua kompetisi tahun ini. Itu berarti setidaknya sang pemain Brasil sukses mencatatkan satu kontribusi gol tiap 108 menit.

Belum habis

“Bagaimana dengan staminanya? Umurnya kan sudah dekat dengan 40”

Well, he’s Hulk! Itu yang bisa gua bilang. Statistik menunjukkan kalau dia sudah bermain 67 kali musim ini. Oh ya, gua juga perlu mengingatkan bahwa Hulk baru menjalani debutnya bersama Mineiro pada tanggal 8 Maret 2021, dan telah menyelesaikan pertandingan terakhir di tahun kalender ini pada 16 Desember lalu. Ini berarti Hulk bermain setiap 4.24 hari sekali sepanjang tahun. Sungguh capaian yang fantastis bagi seorang dengan usia 3.5 dekade.

“Ah, main doang mah gampang!”

Lebih gampang lagi nyinyir, sih. Hehe. Tapi kita harus sadar bahwa angka nggak bisa bohong. 36 gol dan 13 asis dalam 67 laga itu adalah hal yang impresif bagi pemain di usia prima, apalagi bagi eks penggawa Porto yang sudah berusia 35 tahun tersebut.

Oh ya, gua belum sebut tentang trofi ya? Dalam waktu sembilan bulan Hulk berseragam Mineiro, dia telah sukses memberikan tiga piala bagi klub berjuluk Alvinegro itu. Capaian tersebut mencakup trofi Campeonato Serie A Brasil (pertama bagi klub sejak 1971), piala Campeonato Mineiro, dan yang terbaru, beker Copa do Brasil kedua Galo.

Dan, jelas, kita tidak bisa menyangkal lagi bahwa Hulk memang belum habis.

Camp Nou?

Satu hal yang gua masih belum percaya dengan Hulk adalah fakta bahwa dirinya belum pernah bermain di salah satu liga top Eropa. Agak aneh juga mengetahui fakta bahwa salah satu pemain dengan total nilai transfer terbesar di dunia belum pernah main di sana. Memang sih, tahun ini Liga Portugal sudah masuk ke lima besar liga terbaik benua biru berdasarkan koefisien UEFA. Namun, hal tersebut baru terjadi lama setelah Hulk bermain di Estadio do Dragao, kandang Porto.

Satu tim besar yang harusnya melirik Hulk adalah Barcelona. Alasannya sederhana, Blaugrana butuh pemain menyerang serbabisa dengan kualitas tinggi untuk meningkatkan performa tim. Keberadaan mereka di peringkat kedelapan dengan jumlah gol sementara hanya 25 (cuma satu lebih banyak dari Rayo Vallecano) membuat Xavi Hernandez dan staf mungkin harus serius mempertimbangkan untuk merekrut Hulk.

Pinjaman

Kontrak pemain kelahiran Campina Grande tersebut akan berakhir Desember tahun depan. Jadi, menurut gua Barcelona punya dua opsi jika ingin mendatangkan mantan penyerang Zenit St. Petersburg ini. Pilihan pertama adalah melalui peminjaman hingga Juni 2022.

Langkah ini mirip dengan apa yang Manchester United lakukan di 2007. Kala itu mereka mendatangkan legenda Swedia, Henrik Larsson, dari Helsingborg dengan status pinjaman. Meskipun demikian, gua sebenarnya berharap Hulk bertahan hingga enam bulan di Camp Nou; berbeda dengan Larsson yang cuma “mampir” hingga pertengahan Februari di Old Trafford.

Opsi ini juga cenderung lebih aman bagi kedua belah pihak. Jika misalnya Hulk gagal memberikan performa yang diharapkan, Barcelona bisa segera mengembalikannya di tengah tahun. Di sisi lain, apabila Hulk sukses bersinar, maka Blaugrana mungkin saja memperpanjang kontrak peminjamannya hingga musim mendatang.

Permanen

Pilihan kedua adalah dengan jalur permanen. Dengan cara ini Barcelona dapat mengontrak Hulk lebih lama sehingga memberikan waktu lebih baginya untuk berintegrasi dengan tim. Meskipun demikian, cara ini agak sedikit lebih beresiko mengingat usia Hulk yang tidak muda lagi.

Tapi, toh Barcelona sedang jelek-jeleknya juga, kan? Bukankah ini waktu yang paling tepat untuk keluar dari kebiasaan dan mencoba hal baru untuk kembali ke atas? Mungkin aja.

Jika benar ingin mendatangkan Hulk secara permanen, gua pikir Barca dapat membelinya dengan harga yang sangat murah. Lagi-lagi, itu karena usia dan sisa durasi kontraknya. Nggak cuma itu, “tebus murah” juga cocok dengan kondisi keuangan Barcelona yang saat ini sedang menderita. Tentu mendatangkan penyerang serbabisa sekaliber Hulk tanpa perlu merogoh kocek dalam-dalam merupakan hal yang luar biasa, bukan?

(sumber: fbref, transfermarkt)

I’m Petrick Sinuraya, a 24-year-old football writer based in Indonesia. Currently, I’m working for one of Indonesia’s biggest football media outlets.

For inquiries, please contact me at petricksinuraya@gmail.com.

--

--

Meine Kraft Liegt in Jesus. Football writer.

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store