Hari 17 — Menerka Arah Terbang the Magpies (Bagian Tiga — Habis)

Eddie Howe (bt.com)

Selamat datang di hari ke-17 #AdventCalendar sekaligus bagian terakhir dalam seri tulisan tentang Newcastle United ini. Kalau kalian belum baca bagian pertama, bisa cek di sini, dan kalau mau baca bagian kedua bisa klik di sini.

Dalam bagian-bagian sebelumnya, gua memberikan dua opsi bagi Newcastle United terkait pemain mana yang bisa mereka rekrut di bursa transfer Januari. Opsi pertama adalah dengan melemahkan klub rival, sedangkan opsi kedua adalah menerima pemain buangan dari tim-tim elite. Pada tulisan kali ini, pilihan yang akan gua berikan adalah mengambil pemain berkualitas dari klub luar Inggris.

Seperti yang kita tahu, harga pemain di Premier League relatif lebih tinggi dibanding kompetisi lainnya. Oleh karena itu, Newcastle bisa mengarahkan pandangan mereka keluar Inggris untuk mencari pemain (muda) berkualitas yang dapat membantu tim selama beberapa tahun mendatang. Oh ya, pemain-pemain berikut gua pilih dari Bundesliga dan Eredivisie karena menurut gua kedua kompetisi tersebut punya kualitas yang baik namun tetap dalam kisaran harga yang terjangkau. Siapa saja mereka?

Stefan Ortega

Stefan Ortega (bundesliga.com)

Nama Stefan Ortega mulai mencuat kala membantu Arminia Bielefeld promosi ke Bundesliga pada akhir musim 2019/2020. Saat itu, Ortega sukses membawa Bielefeld menjuarai 2. Bundesliga sekaligus menorehkan catatan pertahanan terbaik dengan hanya bobol 30 kali. Luar biasanya, performa ini berhasil ia lanjutkan dalam dua musim terakhir.

Di 2020/2021 misalnya. Kala itu Ortega sukses mengakhiri musim sebagai kiper Bundesliga dengan rataan penyelamatan terbaik, yaitu 71.7%. Bielefeld pun sukses ia bawa untuk tetap bertahan menuju 2021/2022. Musim ini, performa Ortega belum menurun. Sang kiper asal Jerman sekarang berada di posisi kedua kiper Bundesliga dengan rasio penyelamatan terbaik, dengan rataan 75.9%. Tidak hanya itu, Ortega pun saat ini memuncaki klasemen jumlah penyelamatan dengan total 60 saves dari 16 laga.

Penampilan impresif Ortega bahkan sempat membuatnya dilirik oleh raksasa Jerman, FC Bayern Munchen. Di usianya yang hendak menginjak kepala tiga, tentu Ortega punya harapan untuk bermain di klub yang lebih kompetitif. Apabila FC Bayern tidak jadi merekrutnya, tentu bermain di Premier League dapat menjadi opsi yang menarik bagi kiper dengan nilai pasar hanya sebesar $6 juta dolar ini.

Matthias Ginter dan Denis Zakaria

Matthias Ginter dan Denis Zakaria (getfootballnewsgermany.com)

Nggak cuma satu, tapi langsung dua! Kenapa?

Alasannya sederhana, karena kedua pemain Borussia Monchengladbach ini akan berstatus bebas transfer pada Juni 2022 mendatang. Memang, Gladbach sedang melakukan negosiasi kontrak baru dengan kedua pemain tersebut. Namun, jika tidak terjadi kesepakatan, maka opsi menjual keduanya dengan harga miring pada Januari ini dapat mengurangi kerugian jika dibanding harus melepas mereka dengan gratis di akhir musim.

Untuk urusan kualitas, jangan ragukan Ginter. Bek serbabisa tersebut merupakan yang terbaik di Gladbach dalam urusan tekel sukses (17), akurasi tekel (71.4%), jumlah sentuhan (1059), sekaligus operan progresif (69) di Bundesliga musim ini. Belum lagi segudang pengalaman yang ia punya kala berseragam Borussia Dortmund dan timnas Jerman. Oh ya, Ginter pun baru akan berulangtahun ke-28 pada Januari mendatang.

Di sisi lain, Zakaria sendiri merupakan gelandang kelas atas. Dengan kecepatan yang ia miliki (rataan 35.62 km/jam, terbaik keempat di liga) ditambah visi permainan yang positif (total 53 operan ke sepertiga akhir, terbanyak di Gladbach) membuatnya menjadi pemain tengah yang jelas dibutuhkan Newcastle. Jika benar-benar ingin naik level, tentu the Magpies dapat serius mempertimbangkan kedua nama tersebut pada bursa transfer perdana di 2022.

Cody Gakpo

Cody Gakpo (archyde.com)

Nama terakhir yang bisa gua sarankan bagi Newcastle adalah youngster milik PSV Eindhoven, Cody Gakpo. Meski baru berusia 22 tahun, kualitas Gakpo gak perlu dipertanyakan lagi. Musim ini saja Gakpo sudah berhasil membuat delapan gol dan sembilan asis dari 22 laga di semua kompetisi. Di Eredivisie sendiri, Gakpo kini punya rataan kontribusi sebesar 1.37 gol atau asis tiap 90 menit.

Winger asal Belanda ini merupakan pemain yang serbabisa. Meskipun berposisi asli sebagai sayap kiri, Gakpo juga piawai menyisir sayap kanan. Bahkan Gakpo tetap dapat menjaga kualitasnya kala dipasang di tengah dalam skema 4–2–3–1. Statistik juga mendukung kemampuan Gakpo. Rataan dribel sukses yang ia miliki (2.6 per laga) merupakan terbaik ketiga di Eredivisie. Belum lagi torehan 3.0 operan kunci di tiap pertandingan miliknya; juga terbaik nomor tiga di Liga Belanda.

Newcastle perlu bersiap-siap jika ingin mengamankan jasa Gakpo di tahun depan. Pasalnya, beberapa media sudah mengabarkan bahwa beberapa klub besar lain siap untuk mengejar tanda tangan sang wonderkid. Salah satu di antaranya adalah juara Liga Champions enam kali, FC Bayern.

Itulah nama-nama terakhir yang bisa dipertimbangkan tim rekrutmen Newcastle United pada Januari mendatang. Menurut kalian, adakah nama lain yang gua lewatkan?

(sumber: bundesliga, fbref, transfermarkt, whoscored)

I’m Petrick Sinuraya, a 24-year-old football writer based in Indonesia. Currently, I’m working for one of Indonesia’s biggest football media outlets.

For inquiries, please contact me at petricksinuraya@gmail.com.

--

--

Meine Kraft Liegt in Jesus. Football writer.

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store